Cite This        Tampung        Export Record
Judul Rumah Kaca : Sebuah Novel Sejarah
Pengarang Pramoedya Ananta Toer
Astuti Ananta Toer (Penyunting)
Edisi 9
Penerbitan Jakarta : Lentera Dipantara, 2011
Deskripsi Fisik xi + 660 hlm : ilust ; 18 X 25 cm
ISBN 979-97312-6-7
Subjek Sastra Indonesia
Novel
Abstrak Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Dan roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilhkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. Novel besar berbahasa Indonesia yang menguras energi pengarangnya untuk menampilkan embrio Indonesia dalam ragangan negeri kolonial. Sebuah karya pascakolonial paling bergengsi.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Novel
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
0225/P4/02-2019 813 PRA r Dapat dipinjam Perpustakaan SMKN 4 Jakarta - Ruang Baca Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000248
005 20210224111331
008 210224################g##########f#ind##
020 # # $a 979-97312-6-7
035 # # $a 0010-0221000064
082 # # $a 813
084 # # $a 813 PRA r
100 0 # $a Pramoedya Ananta Toer
245 1 # $a Rumah Kaca : $b Sebuah Novel Sejarah
250 # # $a 9
260 # # $a Jakarta :$b Lentera Dipantara,$c 2011
300 # # $a xi + 660 hlm : $b ilust ; $c 18 X 25 cm
520 # # $a Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Dan roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilhkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. Novel besar berbahasa Indonesia yang menguras energi pengarangnya untuk menampilkan embrio Indonesia dalam ragangan negeri kolonial. Sebuah karya pascakolonial paling bergengsi.
650 # 4 $a Novel
650 # 4 $a Sastra Indonesia
700 0 # $a Astuti Ananta Toer (Penyunting)
990 # # $a 0225/P4/02-2019
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 4 - Pramoedya Ananta Toer - Rumah Kaca.pdf Rumah Kaca pdf Baca Online
Content Unduh katalog
 
Judul yang mirip